MY Consulting Center

August 7, 2009

Rasio-rasio Keuangan

Dalam membaca laporan keuangan suatu perusahaan ataupun annual report suatu perusahaan, biasanya terdapat infomasi tambahan mengenai rasio-rasio tertentu. Sebenarnya apakah rasio-rasio tersebut dan bagaimana mendapatkan rasio tersebut akan dibahas dalam artikel ini.
Rasio-rasio keuangan bermanfaat untuk membantu pemakai laporan keuangan untuk melakukan berbagai analisa atas kinerja keuangan perusahaan. Melalui angka-angka rasio keuangan, pemakai dapat membuat berbagai analisa kinerja perusahaan termasuk keputusan investasi. Secara umum, rasio keuangan dibagi ke dalam beberapa kelompok seperti: rasio likuiditas, rasio aktivitas, rasio utang atau leverage, rasio kemampulabaan, serta rasio saham.
Adapun beberapa rasio penting yang umum digunakan dalam analisa laporan keuangan adalah:
1. Current Ratio (Rasio Lancar)
Rasio ini menunjukkan sejauh mana aktiva lancar dapat menutupi kewajiban lancar. Semakin besar current ratio, semakin tinggi kemampuan perusahaan untuk menutupi kewajiban jangka pendek.
Current Ratio = Aktiva Lancar / Utang Lancar
2. Debt to Equity Ratio (Rasio Utang atas Modal)
Rasio ini sering disebut dengan rasio leverage, menggambarkan struktur modal yang dimiliki oleh perusahaan, dengan demikian dapat dilihat struktur risiko tidak tertagihnya utang. Semakin kecil angka rasio ini semakin baik.
Debt to Equity = Total Utang / Ekuitas
3. Total Debt to Total Asset
Menggambarkan aktiva yang dipergunakan oleh perusahaan untuk menutup hutang baik jangka pendek maupun jangka panjang.
Total Debt to Total Asset = Total Utang / Total Aktova
4. Operating Profit Margin
Rasio ini mengukur seberapa besar kontribusi penjualan terhadap laba operasi. Semakin besar rasio ini semakin baik.
OPM = Laba Operasi / Penjualan
5. Net Profit Margin
Rasio ini mengukur seberapa besar kontribusi penjualan terhadap laba bersih perusahaan. Rasio ini semakin besar semakin baik.
NPM = Laba Bersih / Penjualan
6. Return on Equity (ROE)
Menggambarkan seberapa besar kontribusi keuntungan terhadap pemegang saham.
ROE = Laba Bersih / Ekuitas
7. Earning Per Share (EPS)
Rasio ini menggambarkan jumlah laba yang dihasilkan perusahaan untuk tiap saham yang diterbitkan.
EPS = Laba Bersih / Jumlah Saham
8. Price Earning Ratio (PER)
Menggambarkan apresiasi pasar terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. PER dihitung dalam satuan kali. Sebagai contoh, jika suatu saham memiliki PER 10 kali berarti pasar menghargai 10 kali atas kemampuan perusahaan menghasilkan laba. Bagi investor, semakin kecil PER-nya semakin bagus karena berarti saham tersebut relatif murah.
9. Book Value (Nilai Buku Saham)
Menggambarkan perbandingan total dana pemegang saham terhadap jumlah saham.
BV = Total Ekuitas / Jumlah Saham
10. Price to Book Value
Menggambarkan seberapa besar pasar menghargai nilai buku saham suatu perusahaan. Makin tinggi rasio ini berarti pasar percaya akan prospek perusahaan.
PBV = Harga Saham / Nilai Buku Saham

Yunita Anwar

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: