MY Consulting Center

June 29, 2009

Menyusun Portofolio Investasi

Filed under: Finance — Tags: , , — MYCC @ 9:27 am

Untuk mengoptimalkan hasil investasi, kita sebaiknya melakukan diversifikasi portofolio. Hal yang perlu kita lakukan adalah menyusun portofolioinvestasi sesuai karakteristik risiko masing-masing.
“Don’t put your eggs in one basket”. Kalimat ini menjadi ikon dunia investasi. Pepatah tersebut memberikan nasihat agar kita tidak berinvestasi hanya dalam satu jenis investasi saja. Karena apabila terjadi kejadian yang menimpa investasi tersebut, sementara semua uang kita ditanamkan pada investasi tersebut maka habislah semua uang yang kita miliki.
Banyak orang cenderung menempatkan seluruh atau sebagian besar dana yang dipunyai pada instrumen deposito jangka pendek. Sementara tujuan keuangan yang ingin kita capai di masa datang sebenarnya mungkin sangat besar. Dengan hanya menyimpan dana di deposito, maka yang akan terjadi adalah daya beli uang kita semakin hari akan semakin menurun dikarenakan tingkat bunga deposito masih dibawah tingkat inflasi.
Karena itulah strategi membentuk portofolio investasi atau mencapai tujuan keuangan melalui alokasi aset sangat penting. Strategi alokasi aset merupakan strategi investasi dengan menempatkan dana kita pada beberapa kelas aset yang berbeda. Kelas aset biasanya terdiri atas deposito dan tabungan, obligasi, saham, reksadana, komoditas, dan lain sebagainya. Ada pula aset non-finansial seperti properti, lukisan dan perhiasan, barang antik serta instrumen-instrumen investasi berisiko tinggi lainnyaq, dengan harapan memperoleh return portofolio investasi yang lebih optimal dan harapan bahwa risiko investasi dapat diminimalisir melalui efek diversifikasi.
Strategi alokasi aset, pemilihan kelas aset maupun komposisinya dapat kita lakukan dengan sangat bebas dan bergantung pada pilihan kita sendiri. Penyusunan portofolio investasi dapat kita susun dengan komposisi lebih banyak pada instrumen yang berisiko rendah, risiko sedang, atau bahkan berisiko tinggi.
Pemilihan jenis aset dan alokasi harus disesuaikan dengan toleransi risiko kita masing-masing yang sekaligus sebagai kontrol dalam membentuk alokasi aset yang terbaik bagi kita. Sebagai contoh, untuk mencapai tujuan keuangan jangka pendek, misalnya, untuk membiayai kebutuhan sehari-hari, maupun kebutuhan mendesak, maka alokasi aset dapat dibentuk dengan komposisi lebih banyak pada instrumen deposito atau tabungan atau instrumen kas lain.
Untuk tujuan keuangan jangka panjang, misalnya untuk membiayai kebutuhan pensiun maka alokasi aset dapat dibentuk dengan memperbesar porsi instrumen saham. Saham merupakan investasi yang dapat memberikan return yang relatif tinggi karena adanya potensi apresiasi harga saham, disamping potensi perolehan dividen dari perusahaan. Namun demikian, dibalik potensi return yang tinggi, instrumen saham juga memiliki risiko yang tinggi dimana dana investasi dapat mengalami penurunan nilai seiring dengan turunnya harga saham.

Yunita Anwar

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: