MY Consulting Center

June 27, 2009

Prosedur Keberatan atas suatu produk perpajakan

Filed under: Tax — Tags: , — MYCC @ 7:12 am

Kita ketahui bahwa terdapat beberapa produk perpajakan yang dikeluarkan oleh aparat perpajakan (Dirjen Pajak), diantaranya adalah Surat Keputusan Pajak Kurang Bayar, dan Surat Keputusan Pajak Kurang Bayar Tambahan. Artikel ini akan membahas bagaimana prosedur untuk mengajukan keberatan atas kedua Surat Keputusan tersebut.
Dasar hukum untuk keberatan ini diatur didalam UU No 28 tahun 2007 tentang Perubahan Ketiga atas UU No 6 tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan pada pasal 25, 26 dan 26A.
Pada pasal 25 diterangkan bahwa keberatan atas suatu Surat Keputusan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) dan Surat Keputusan Pajak Kurang Bayar Tambahan (SKPKBT) dapat diajukan hanya kepada Direktur Jenderal Pajak. Dalam pasal tersebut juga diterangkan bahwa kita dapat mengajukan suatu keberatan atas pemotongan atau pemungutan pajak oleh pihak ketiga berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Keberatan dapat pula diajukan atas Surat Keputusan Pajak Nihil dan Surat Keputusan Pajak Lebih Bayar.
Hal yang perlu diperhatikan adalah keberatan ini harus kita ajukan secara tertulis dalam Bahasa Indonesia dengan mengemukakan jumlah pajak yang terutang, atau jumlah pajak yang dipotong atau jumlah rugi menurut penghitungan wajib pajak disertai dengan alasan yang menjadi dasar perhitungan. Adapun keberatan tersebut harus diajukan dalam jangka waktu tiga bulan sejak tanggal dikirim SKP (Surat Keputusan) atau sejak tanggal pemotongan atau pemungutan pajak oleh pihak ketiga. Jika kita hendak mengajukan keberatan atas SKP, kita sebagai Wajib Pajak disyaratkan untuk melunasi pajak yang masih harus dibayar paling sedikit sejumlah yang telah kita setujui pada saat pembahasan akhir hasil pemeriksaan (closing conference), sebelum surat keberatan disampaikan.
Apabila keberatan yang kita ajukan tidak memenuhi persyaratan di atas, maka keberatan kita tersebut dianggap bukanlah sebagai surat keberatan sehingga tidak dapat dipertimbangkan. Oleh karena itu, hal-hal tersebut di atas perlu kita perhatikan dan cermati secara seksama agar jangan sampai keberatan kita tidak dipertimbangkan oleh Direktur Jenderal Pajak karena kesalahan yang bersifat administratif.
Jumlah pajak yang belum dibayarkan pada saat pengajuan permohonan keberatan (kita hanya membayar sejumlah yang telah kita setujui dalam closing conference, tidak sejumlah kekurangan pajak yang kita bayarkan sebagai hasil dari pemeriksaan pajak) tidak termasuk sebagai utang pajak, sehingga apabila dalam keputusan keberatan terjadi kelebihan pembayaran pajak maka jumlah tersebut tidak akan diperhitungkan (meng-offset) kelebihan pembayaran pajak kita. Namun, apabila keberatan kita ditolak atau dikabulkan sebagian maka kita akan dikenakan sanksi administrasi berupa denda sebesar 50% dari jumlah pajak berdasarkan keputusan keberatan dikurangi dengan pajak yang telah dibayar sebelum mengajukan keberatan. Dalam hal kita mengajukan permohonan banding, sanksi administrasi berupa denda 50% tersebut tidak dikenakan.
Adapun jangka waktu Direktur Jenderal Pajak memberikan keputusan atas surat keberatan yang diajukan adalah dua belas bulan sejak tanggal surat keberatan diterima. Sehingga, apabila setelah lewat jangka waktu dua belas bulan dari tanggal surat keberatan diterima oleh Direktur Jenderal Pajak dan tidak ada keputusan yang diberikan maka keberatan yang kita ajukan tersebut dianggap dikabulkan.

Martin S. Mulyadi

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: