MY Consulting Center

June 26, 2009

Aplikasi Time Value of Money dalam pengambilan keputusan

Filed under: Finance — Tags: , — MYCC @ 4:08 pm

Dewasa ini, kita sangat sering menemui promosi cicilan selama sekian bulan dengan bunga sekian persen (atau malah dengan bunga 0%). Umumnya promosi ini gencar dilakukan oleh kartu kredit agar banyak orang yang tertarik dan menjadi nasabah kartu kredit yang bersangkutan.
Namun, bagaimana sebenarnya kita dapat memutuskan apakah lebih baik kita melakukan pembelian secara tunai atau dengan cicilan. Katakanlah apabila memang uang yang kita miliki tidak mencukupi untuk membeli suatu produk, tidak ada opportunity cost yang akan kita alami dengan memilih melakukan pembayaran secara cicilan. Namun apabila kita memang memiliki uang yang mencukupi untuk membeli produk tersebut secara tunai, sejenak kita akan bingung untuk memilih opsi pembayaran mana yang terbaik.
Sebenarnya hal ini dapat diatasi dengan melakukan analisa Time Value of Money, dalam hal ini melakukan perhitungan Net Present Value. Yang dimaksudkan adalah kita menghitung berapa nilai dari cicilan-cicilan yang akan kita lakukan pada beberapa bulan mendatang apabila dihitung pada hari ini. Secara otomatis, apabila dari perhitungan NPV menghasilkan angka yang lebih kecil dibandingkan dengan harga tunai maka pembelian secara cicilan lebih favorable. Apabila ternyata sama, maka kedua cara pembayaran (tunai dan cicilan) adalah sama, tidak ada yang lebih menguntungkan. Sebaliknya, apabila ternyata NPV > harga tunai, maka membeli secara tunai adlah pilihan yang paling bijak. Rumus yang dapat kita gunakan (dengan asumsi angsuran adalah tetap setiap bulannya) adalah sebagai berikut:
PVa = A [ { (1 + i)n – 1 } / { i (1 + i)n } ]
Dimana: A = Anuitas (pembayaran/cicilan yang dilakukan)
I = Tingkat suku bunga
N = Jangka waktu
Anuitas adalah pembayaran cicilan yang dilakukan selama periode waktu tertentu dan nilainya konstan. Untuk tingkat suku bunga, dengan asumsi kita memiliki uang untuk membeli secara tunai maka apabila kita membeli secara cicilan uang tersebut akan disimpan; sehingga tingkat suku bunga yang digunakan adalah tingkat suku bunga simpanan dibank. Perlu diperhatikan bahwa tingkat suku bunga ini biasanya adalah dalam tahun (p.a.) sehingga apabila jangka waktu yang digunakan adalah dalam satuan waktu yang lain (misalnya: bulan), maka tingkat suku bunga tersebut juga perlu disesuaikan (dibagi dengan 12). Sedangkan, jangka waktu diisi dengan masa angsuran. Berikut saya ilustrasikan penggunaan rumus di atas.
Misalkan barang yang hendak dibeli adalah X. Apabila dibeli secara tunai, harganya adalah Rp 5.588.000. Sementara itu, kartu kredit Y menawarkan fasilitas cicilan selama 6 bulan dengan bunga 0%, dengan besarnya cicilan per bulan adalah Rp 931.333. Asumsi lainnya adalah dana untuk pembelian tunai telah tersedia dan apabila dilakukan pembelian secara cicilan 6 bulan, maka dana tersebut akan dimasukkan ke dalam Deposito Bank Z dengan tingkat bunga 5,5% p.a.
Pembelian tunai = Rp 5.588.000
Cicilan 6 bulan @ = Rp 931.333
Suku Bunga (per tahun) = 5,5 %
Suku Bunga (per bulan) = 5,5% / 12 = 0,4583%
Maka perhitungan nilai sekarang apabila X dibeli secara dicicil selama 6 bulan adalah:
PVa (6) = 931.333 [ { (1 + 0,4583%)6 – 1 } / { 0,4583% (1 + 0,4583%)6} ]
= 931.333 ( 0,027817 / 0,004711 )
= 931.333 x 5,904914
= Rp 5.499.442
Dapat kita lihat dari perhitungan di atas bahwa ternyata apabila dilakukan pembelian secara cicilan dengan tingkat bunga 0% justru lebih menguntungkan apabila dilakukan pembelian secara tunai. Adapun selisih antara nilai sekarang apabila dilakukan pembelian tunai dengan cicilan 6 bulan adalah:
Selisih PV = 5.588.000 – 5.499.442
= Rp 88.558
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode pembayaran terbaik dalam kasus tersebut adalah dengan melakukan cicilan selama 6 bulan.
Apabila dalam kasus ditemukan bahwa bunga cicilan lebih dari 0%, maka secara otomatis yang berubah adalah nilai dari anuitasnya (jumlah cicilan per bulan menjadi semakin besar), sedangkan komponen-komponen yang lainnya tidak terpengaruh.

Martin S. Mulyadi

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: